( 2 September 2009 )
Gempa bumi 2 September 2009 pukul 14.55 WIB (GMT +7) yang melanda, terutama Jawa Barat, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berepisentrum di 8,24 LS – 107,32 BT dengan besaran 7,3 pada skala Richter berkedalaman 30 km berada 142 km barat daya Tasikmalaya. Gempa bumi susulan terjadi pukul 15.15 WIB dan 16.28 WIB dengan besaran 5,1 pada skala Richter dan 5,4 pada skala Richter. Gempa bumi tersebut telah menewaskan puluhan jiwa, puluhan lainnya masih hilang dan menimbulkan ribuan kerusakan bangunan/rumah. Data sementara, korban tewas yang telah di evakuasi mencapai 59 jiwa yang tersebar di 8 kabupaten/kota dan telah mengakibatkan 10.000 lebih rumah mengalami rusak berat dan sekitar 25.000 orang lebih pengungsi akibat gempa tektonik tersebut (Data BNPB).
Fenomena bencana yang terjadi di Indonesia merupakan kondisi secara geografis Indonesia yang terletak antara dua lempeng benua Eurasia dan India-Australia. Pergesekan antara dua lempeng benua tersebut menimbulkan gempa kekuatan tektonik yang berpotensi Tsunami . Kawasan rentan bencana gempa bumi akibat dari pergesekan lempeng tersebut berada disepanjang garis pantai barat sumatera, selatan jawa, bali, Maluku dan Sulawesi. Gambaran tersebut, membutuhkan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia atas kesiapsiagaan terhadap bencana, dengan membangun koordinasi dan mulitpihak dan melakukan sosialisasi terhadap penanggulangan bencana sejak dini, sehingga dapat mengurangi dampak dari bencana tersebut.
Bencana terjadi tidak hanya di picu oleh faktor alam tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni akibat dari tindakan manusia dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang eksploitatif/berlebihan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan. Kebijakan pembangunan yang cenderung berorientasi pada kepentingan ekonomi menyebabkan terjadinya percepatan pengrusakan SDA. Akumulasi pendapatan negara dari sektor industri ekspolitatif dan ekstraktif tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan dalam jangka waktu panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan sumber-sumber kehidupan rakyat. Saat ini bencana telah menghampiri saudara kita di Tasikmalaya dan sekitarnya.
Untuk itu Walhi Jambi dan komunitas muda Jambi peduli korban bencana gempa Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat Jambi untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang telah menjadi korban bencana gempa bumi di Tasikmalaya dan sekitarnya. Dukungan dan bantuan kita sangat dibutuhkan bagi korban yang saat ini sebagian besar telah kehilangan rumah dan saudara-saudara mereka. Selain penggalangan dana walhi jambi juga membuka POSKO Solidaritas Bencana Tasikmalaya-Jawa barat untuk menerima bantuan makanan, minuman, pakaian dan perlengkapan lainnya.
• Sumbangan dalam bentuk materi ditransfer ke Bank Mandiri cab. Mampang Prapatan Jaksel no.rek. 070.00.0400900.2 an. Yayasan WALHI ( segala pemasukan dan pengeluaran akan dipublikasikan )
• Sumbangan dalam bentuk makanan, minuman, pakaian serta perlengkapan lainnya dapat langsung di antarkan ke kantor WALHI Jambi dengan alamat : Jln. Kol. Pol Nuskan Sayrief No. 86 B Rt 26/09 (Belakang SMPN 7 Jambi) Kel, Simpang IV Sipin Kec. Telanaipura, Kota Jambi Telp/fax: +62 741 667870 email : jambi@walhi.or.id website :www.walhi.or.id. contact person : Arif Munandar 081274375845, Zainul Mubarok 081366678848
SOLIDARITAS BENCANA GEMPA BUMI JAWA BARAT – TASIKMALAYA 7,3 SKALA RICHTER
Publikasi Terbaru Kami
Jadilah Bagian dari WALHI Jambi
Kamu Harus Baca Juga ini :
Konsolidasi Adat Orang Rimba: Mendesak Pengakuan Wilayah Kelola Rakyat di Provinsi Jambi
Jambi, Rabu, 11 Februari 2026- Komunitas Orang Rimba diadapingi oleh Wahana Lingkungan HidupIndonesia (WALHI) Jambi bersama anggota lembaga menggelar Konsolidasi Adat sebagai bentukpenegasan sikap kolektif dalam memperjuangkan pengakuan dan perlindungan...
Read MoreAliansi Petani Jambi Menggugat Penertiban Kawasan Hutan Mengancam Hak Masyarakat dan Lingkungan di Provinsi Jambi
Jambi 31 Juli 2025, dilaksanakan Konferensi Pers bertempat di Kantor WALHI Jambi yang merupakan gabungan dari petani di Provinsi jambi yang berada disekitar maupun dalam kawasan hutan yang kemudian berkolaborasi...
Read MoreSiaran Pers – Solidaritan Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Kekerasan dan Pembangunan Kawasan Rempang Eco-City
Siaran PersSolidaritan Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Kekerasan dan Pembangunan Kawasan Rempang Eco-City Hentikan Program Strategis Nasional Kawasan Rempang Eco-City, Copot Kapolresta Barelang, Kapolda Kepulauan Riau, dan Komandan Pangkalan TNI AL...
Read MorePers Rilis “Pembubaran dan Tindakan Represif Aksi Masa Pematang Bedaro”
Pers-Rilis-pematang-bedaroUnduh
Read More
